Bila...aku cuba
menggapai bayangmu
di waktu senjakala
suara malam seakan tertawa
pepohonan seolah tersenyum
memandang kosong ke arahku.
Bila...aku terus
merisik khabarmu dari dia
bertemankan bunga-bunga yang layu
tanpa keharuman
angin seakan berbisik
lupakan dan lenyapkanlah
segala kenangan.
Bila...detik terus berputar
aku datang ke rimba resah
bersama dedaun rindu
ingin berteduh dari hujan siang
ingin berlindung dari mentari petang
tiada suara menyapa
bisu dan kaku
aku bersendiri dalam luka.
Bila...masa terus berlalu
aku terima berita
dari warkah dia
andai kau kini berdua
dan hati seakan mati
langkah terhenti
terduduk tersepuk
di sudut kekecewaan.
Andainya engkau telah berteman
berdua duduk di atas pelamin
wajah seakan tersenyum sinis ke arahku
memandang nostalgia yang pergi
berkuburlah kenangan
di pusara impian yang mati
gugurnya kemboja yang jingga
melerai kelopak satu persatu.


No comments:
Post a Comment