Kekadang terlalu payah hendak menelan segala kekusutan yang ditanggung sekian lama......Ada waktunya hati seakan menangis meratap situasi yang mencengkam selama ini......
Aku ingin merasa kegembiraan itu.Ingin menjadi seperti mereka yang leka mengisi waktu-waktu dengan kemesraan seisi keluarga.Namun keinginanku payah kuterima.Ada kalanya aku menjadi perindu pada kesepian yang meragut keceriaan hatiku.Ah....mungkin ini yang ku pinta sejak sebelum aku melihat dunia ini lagi....
Betapa getir perasaan sukar kutafsirkan.Betapa dingin harapan yang seakan mati di makan waktu yang cemburu akan kebahagiaan ku.
Hidup kami tidak semewah mereka.Hidup kami pula tidak lah sesempit mereka yang malang.Tetapi kami hanya mampu merasa keselesaan sahaja.Begitu bersahaja.Begitu sederhana.Tetapi mengapa masih ada yang iri hati akan kehidupan kami yang sederhana ini.Dunia kami di kawasan perumahan ini begitu membosankan.Jauh daripada kegembiraan seperti seawal penghijrahan kami dahulu.Begitu pula keadaan suami yang terlalu sibuk dengan dunianya...seakan kewujudan kami tidak bermakna baginya.Aku sedih...namun aku pasrah.Asalkan cintanya masih ada pada kami biarpun kedinginannya tak pernah padam.
Hidupku ..duniaku..ceriaku..temanku..hanyalah pada putera puteri ku sahaja.
Merekalah yang membangkitkan dan menghangatkan kehidupanku.Mereka lah
tempat aku tertawa.Mereka tempatku bercerita..pasal hidup alam kanak-kanak..remaja..maupun segalanya.
Terima kasih wahai anak-anakku.....
Terima kasih wahai penglipur lara hatiku....
Ya Allah..berikan aku kekuatan menempuhi kemelut perasaan ini.Suami...isikan ruang hatiku dengan kemesraanmu.Ungkapkan sebaris ayat yang bisa mencerminkan kecintaanmu...Aku berharap moga kehidupan kita bermandikan kasih sayang dan kemesraan...seperti yang dituntut Allah.Moga kebahagiaan kita berlandaskan keimanan dan ketaqwaan.Agar kebahagiaan menjadi milik kita selamanya.AMIN.


No comments:
Post a Comment